10 CARA MEMBIASAKAN ANAK UNTUK SHALAT (BAG 1)

Sebagaimana kita ketahui bahwa shalat adalah ibadah yang paling utama dalam Islam, ia tidak bisa ditinggalkan dalam keadaan apapun juga kecuali bagi wanita haid dan nifas, bahkan dalam perang sekalipun kewajiban shalat tidak boleh ditinggalkan. Oleh karena itu sangatlah penting untuk mendidik anak-anak kita sebagai generasi penerus agar senantiasa menjaga shalat dan tidak meninggalkannya. Berikut beberapa cara dan kiat untuk mendidik dan membiasakan anak shalat.
- Keihklasan anda untuk membiasakan anak anda shalat, dan tujuan anda untuk mendapatkan ridha Allah dan kehidupan akhirat akan memancarkan kemampuan anda, dan menjadikan anda seperti gunung yang tidak goyang kena angin dan perubahan cuaca di sisi anak anda.
- Bangkitkanlah pada mereka keyakinan akan hadirnya malaikat maut di saat kapan pun.
- Bekerja samalah dengan tetangga anda, sekali-sekali ajaklah anak-anak mereka ke masjid, dan mereka mengajak anak anda juga ke masjid. Senantiasa ajak anak-anak mereka shalat di masjid ketika orang tua mereka tidak ada, dan wasiatkanlah pada mereka (tetangga) untuk mengajak anak-anak anda ketika anda tidak ada, atau ketika melihat mereka bermain di jalan pada waktu shalat.
- Ketika anda mendidik anak anda berdasarkan firman Allah Ta’ala: أ لم يعلم بأن الله يرى “tidakkah ia tahu bahwa Allah melihat segala perbuatannya?” Al-‘Alaq: 14, mereka akan tetap shalat ketika anda tidak ada. Maksudnya adalah bahwa anda menumbuhkan perasaan senantiasa terawasi pada dirinya dengan menumbuhkan ibadah ikhlas karena Allah semata, sehingga ia tidak shalat karena takut pada anda, tapi karena cinta dan mengagungkan serta senang dan takut pada Allah. Maka janganlah anda termasuk orang yang membiasakan anak-anaknya berada dalam pengawasannya dan ia menyangka bahwa ia telah muraqabah ilahiyyah dan diri mereka, maka anda melihat mereka tidak shalat kecuali jika ia (orang tua) hadir, dan ini adalah kesalahan fatal dalam mendidik, maka ikatlah mereka selalu dengan Allah bukan dengan anda.
- Janganlah anda memperlihatkan keputus asaan dalam memperbaiki anak anda di hadapannya, karena hal itu akan memperkuat kebandelannya, sebagaimana berputus asa dari rahmat Allah adalah buruk sangka terhadap-Nya yang mengurangi kesempurnaan tauhid.
- Mengadakan pengajaran ilmu atau penyampaian nasihat untuk anggota keluarga yang dilakukan oleh salah satu orang tua, atau salah satu anak yang dewasa, baik dari laki-laki atau perempuan. Cukup sekali seminggu, selama setengah jam, dan terus-menerus berkelanjutan, karena yang sedikit tapi terus-menerus lebih baik daripada yang banyak tapi terputus-putus, anda akan mendapatkan buah yang baik dari pelajaran ini pada anak-anak anda insya Allah.
- Wahai ayah yang tidak hadir karena (pekerjaan…….perjalanan……sakit di rumah sakit……perceraian), iringilah anak anda dengan menelepon agar mereka merasakan pentingnya perkara ini. Karena sebagian ayah mendapatkan taufik-Nya ketika pergi untuk suatu pekerjaan atau sejenisnya, untuk berkomunikasi dengan anak-anaknya dan langsung berbicara dengan masing-masing mereka dan menanyakan tentang shalat.
- Tanamkan rasa takut pada mereka akan akhir hidup yang buruk, dan rangsanglah mereka untuk mencapai akhir hidup yang baik.
- Seriuslah dalam memeringtah anak anda untuk shalat, dan jangan biarkan mereka shalat kadang-kadang, tapi wajibkanlah atas mereka untuk terus shalat.
- Kedepankan urusan akhirat daripada urusan dunia dalam segala keadaan dan kondisi, agar anak-anak anda terbiasa bahwa tidak ada tempat untuk membandingkan antara keduanya. Maka melaksanakan shalat pada waktunya lebih penting daripada melaksanakan kewajiban-kewajiban sekolah. Dan mendapatkan raka’at pertama lebih utama dari menonton pertandingan bola, serta menjaga waktu shalat lebih baik daripada menjaga teman atau ngobrol di telpon atau nonton acara televisi. Bersambung…..bag 2





Situs ini memanggil semua warga Nagari Saniangbaka, untuk bersatu padu dalam membangun dan memajukan tanah kelahiran tercinta