Bahaya, Tiga Nagari Berada di Daerah Patahan Semangka 21.10.09

Judul diatas merupakan kutipan dari pernyataan Bupati Solok, Gusmal, pada salah satu koran lokal di Sumatera Barat beberapa hari pasca gempa Pariaman, tepatnya pada tanggal 6 Oktober 2009 yang lalu. Inti dari berita tersebut adalah Bupati kembali menyampaikan hasil penelitian LIPI pasca gempa yang terjadi pada tahun 2007 lalu, bahwasanya di Kab. Solok terdapat patahan semangka yang meliputi daerah Sumani-Selayo dan Kec. Gunung Talang, termasuk sepanjang jalan lintas Padang Solok. Peneliti itu menegaskan bahwasanya pada kawasan itu sangat beresiko mendirikan bangunan, karena kemungkinan daerah tersebut dapat  ambruk. Akan tetapi saat ini warga tidak terlalu mengindahkan himbauan tersebut dan tetap mendirikan bangunan di daerah patahan semangka tersebut.

Continue Reading →

Warung Kopi 16.10.09

Pagi ini, kepalaku terasa pusing. Istriku marah-marah. Lipstief, peralatan make-up sudah habis katanya. Beras, minyak tanah, semua juga sudah habis. setengah bulan lagi baru dapat gaji. Hutang di warung sudah menggunung. Aku hindari amukan istriku, dan berlari kewarung kopi. Di sana sudah ada Mbah Darmo Sedang membersihkan sepedahnya. Ia sudah pulang dari pasar, menjual pisang mentah. Di rumah uang yang diributkan, di sini Bi Inah ribut juga masalah uang, di sekolahan uang, di selokan, di pinggir jalan, di gedung-gedung dewan, di istana negara, di kota , di desa semua membicarakan uang.

“Uang ?. sangat pentingkah ?.”Gumamku.

            ”Sangat. !. Kata Mbah Darmo.

“Kemarin gara-gara uang si Ari dan Adi berkelahi  dan saling bunuh. Hanya gara-gara uang seratus rupiah”.Lanjutnya .

            ” Kenapa harus Uang ?.”

“ Karena dengan uang kita bisa berbuat apa saja”.

            ”Termasuk membeli harga diri.?”Kejarku

” Iya !.” Jawab Mbah Darmo mantap. Ia mengeluarkan selinting rokok dari balik bajunya yang kusam, warna putih telah berganti dengan bintik-bintik hitam seperti tahi lalat. Ia mulai menghisap lintingan dengan nikmatnya lalu menghembuskan asap yang berbau kemenyan mengepul dari bibir dan lubang hidungnya. Continue Reading →

Akhirnya Gempa “Besar” Itu Datang Juga 16.10.09

Gempa merupakan sebuah keniscayaan, yang tidak bisa kita tolak kehadirannya. Akan tetapi kita tidak bisa memastikan dimana dan kapan gempa itu terjadi. Karena sampai saat ini tidak ada ilmu yang bisa memprediksi kapan akan terjadinya gempa. Yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengantisipasi terjadinya gempa.

Semua berawal dari terjadinya gempa dengan kekuatan 9.0 SR yang diiringi oleh gelombang tsunami yang meluluhlantakkan  Aceh dan Nias pada 26/12/2004 yang lalu. Ketakutan menghantui penduduk yang tinggal di Pesisir pantai, terutama di kawasan barat pulau Sumatera. Karena disana merupakan daerah pertemuan lempeng Indo Australia dan lempeng Eurasia, dan disana juga terdapat patahan Sumatera yang membujur dari Aceh sampai Lampung. Selain itu, menurut pakar gempa Sumatera Barat, Dr. Badrul Kemal Mustafa “gempa besar selalu berulang dalam siklus 200 tahunan,” gempa terakhir terjadi pada tahun 1833.

Continue Reading →

Kota Padang Pasca Gempa 30 September 16.10.09

Sore itu pada Hari Rabu tanggal 30 September 2009, tepatnya pada pukul 17.16 WIB merupakan hari yang sangat memilukan sekaligus menakutkan bagi warga Sumatera Barat. Gempa besar dengan kekuatan 7,6 SR yang berpusat di 57 Km barat daya Pariaman dengan kedalaman 51 Km telah meluluhlantakkan Ranah Minang, bangunan-bangunan hancur, longsor menenggelamkan perkampungan, serta ratusan orang meregang nyawa tertimbun longsoran dan reruntuhan bangunan.

Masyarakat berhamburan keluar rumah, dengan wajah pucat pasi. Goncangan sangat kuat berlangsung cukup lama, seakan-akan bumi ini menenggelamkan apapun yang ada dipermukaannya. Pada saat itu tsunami menjadi momok yang sangat menakutkan, terbayang bagaimana dahsyatnya tsunami di Aceh, sehingga membuat warga panik, terutama di Kota Padang yang berada di pinggir pantai. Seperti yang diceritakan oleh Damsiwar, yang saat gempa terjadi terjebak di dalam Sentra Pasar Raya. “Ketika saya sudah keluar sekitar setengah jam setelah gempa terjadi orang berteriak-teriak bahwasanya tsunami akan datang, sehingga warga berhamburan berlari kesana kemari bak semut, berusaha menyelamatkan diri,” Walaupun pada akhirnya tsunami tidak terjadi.

Continue Reading →

Lagi Bantuan Dana Gempa dari DPC IWS Kupang 14.10.09

Pagi ini (14 Oktober 2009) pimpinan DPC IWS Kupang akan mengirim bantuan dana Gempa untuk saudara kita yang ada di Padang, sebesar Rp. 6.000.000,- (Enam Juta Rupiah). Bantuan ini dikirm via transfer rekening oleh Bapak H. Mulyadi ke Rekening Muhammad Adri, yang prosesnya tidak jauh berbeda dengan yang telah dilakukan oleh DPC IWS Ngawi.

Insyaallah dalam waktu dekat, semua bantuan tersebut akan segera di distibusikan setelah semua data calon penerima bantuan diperoleh dan disusun oleh DPC IWS Padang nantinya. Kita berharap semoga tidak ada saudara kita yang tercecer datanya, sehingga akan menjadi permasalahan belakangan.

Oleh sebab itu, kepada semua donatur yang telah berpartisipasi dan ikut menyumbang kami ucapkan terima kasih atas semua bantuan yang telah diberikan dan semoga niat baik bantuan ini akan segera dapat direalisasikan dan dipertanggungjawabkan.

Semua informasi penditribusian bantuan ini nantinya dapat diikuti di situs Saniangbaka.org dan Majalah Saran. (Mhd. Adri)

IWS Ngawi Mengirim Bantuan Dana Gempa Padang 14.10.09

Saniangbaka.org. Padang. Seakan tidak kalah dengan langkah yang diambil oleh DPC IWS Jogjakarta, DPC IWS Ngawi juga segera mengambil tindakan penggalangan dana yang sudah di mulai sejak H+2 pasca Gempa di Padang, yang awalnya di koordinir oleh Bapak Bakhrial (Ngawi Mode) yang kemudian di sosialisasikan melalui Bapak Deri MM, sebagai salah seorang pengurus inti DPC IWS Ngawi.

Selama 10 hari penggalangan dana dilakukan, DPC IWS Ngawi berhasil mengumpulkan dana warga Saniangbaka di Ngawi sebesar Rp. 13.200.000,- (tiga belas juta dua ratus ribu rupiah) yang nantinya ditujukan untuk membantu beban hidup saudara kita warga Saniangbaka yang berdomisili di Padang. Continue Reading →

IWS Jogjakarta Menyerahkan Bantuan Bencana Gempa di Padang 14.10.09

Saniangbaka.org, Padang. Bencana gempa, 30 September 2009 yang lalu di Sumatera Barat teah meninggalkan kenangan duka yang mendalam bagi “urang awak” khususnya yang berdomisili di Padang, Pariaman dan sekitarnya.

Saniangbaka sebagai sebuah Nagari yang berbatasan langsung dengan Kota Padang merupakan salah satu nagari yang menjadi tempat asal turun penduduk kota Padang pada beberapa dasawarsa yang lalu, sehingga pada hari ini hubungan erat ini masih tetap terasa kental dengan masih dipegang teguhnya konsep keluarga “Pabalahan” oleh warga Nagari Saniangbaka. Continue Reading →

Nagari Seribu Takbir 08.10.09

Ketika waktu shalat masuk, suara adzan menggema saling bersahutan mengisi setiap sudut-sudut nagari. Tidak ada ruang di nagari Saniangbaka yang tidak tersentuh oleh suara adzan. Tidak salah rasanya kalau kita menjuluki nagari saniangbaka dengan nagari seribu takbir

Siang itu ditengah terik matahari, saya baru saja sampai di gurun Kab. Tanah Datar, sebuah nagari tua di kaki gunung merapi, yang merupakan bagian dari luhak nan tuo, daerah yang diyakini merupakan asal muasal dari nenek moyang orang minangkabau, termasuk juga orang saniangbaka. Pada saat itu hari sudah menunjukkan pukul dua siang, waktu yang sangat terlambat untuk menunaikan shalat zuhur. Continue Reading →

Jangan Terlalu Lama Sebagai Pedagang 07.10.09

Oleh : Deryandri

Orang saningbaka terkenal sebagai pedagang ketimbang sebagai birokrat, banyak diantaranya sudah menjadi pengusaha sukses, disekolahpun orang saningbaka terkenal pintar. Sudah seharusnya kita menguasai kedua lini yaitu menjadi penguasa dan menjadi pengusaha. Untuk menjadi pengusaha tidak perlu menjadi pegawai terlebih dahulu dan untuk menjadi pengusaha tidak perlu harus berasal dari orang kaya. Potensi kita sebagai pedagang adalah sebuah potensi yang harus kita tumbuh kembangkan, jangan sampai karena pingin berada dibirokrasi dan penguasa kita mematikan potensi kita sebagai pedagang atau pengusaha. Kadang kita menyalahkan ketika ada diantara kita dia pintar tapi kemudian harus menjadi pedagang, sebenarnya menjadi pedagang adalah sebuah profesi yang sangat mulia, karena itu merupakan sebuah usaha kemandirian ekonomi, juga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Diantara kita sudah banyak yang berhasil menjadi pengusaha yang sukses, bahkan diantaranya memulai dari nol. Continue Reading →

Bantuan Korban Gempa dari IWS Solok 06.10.09

Tgl 4 Oktober 2009 IWS Solok mengantarkan bantuan untuk warga saniangbaka di Padang yang terkena musibah gempa, bantuan diserahkan oleh Dtk Nasfi(Ketua), Bpk Zul(sekretaris) dan rombongan. Bantuan IWS Solok sangat membantu sekali warga saniangbaka yang sedang kesulitan air karena instalasi PDAM rusak parah dan listrik mati, dan meringankan warga dalam memenuhi kebutuhan pokoknya karena Rata-rata warung tutup kalaupun ada yang buka itu harus antri dan harga melambung tinggi Continue Reading →

    • Your Ads Here
    • Your Ads Here
    • Your Ads Here
    • Your Ads Here
    • Your Ads Here
    • Your Ads Here